Program studi Fisioterapi adalah bidang pendidikan yang mempelajari cara memulihkan, mempertahankan, dan meningkatkan fungsi gerak tubuh seseorang yang mengalami gangguan akibat cedera, penyakit, atau kelainan fisik, melalui terapi fisik non-bedah dan non-obat.
1. Tujuan Program Studi Fisioterapi
Mendidik tenaga profesional yang mampu memberikan layanan terapi fisik untuk mencegah dan mengatasi gangguan gerak dan fungsi tubuh.
Menghasilkan fisioterapis yang kompeten, empatik, dan terampil di berbagai kondisi pasien.
2. Lama Pendidikan
a. D3 Fisioterapi (vokasi)
Durasi: ±3 tahun
Fokus: Praktik langsung dan penerapan dasar terapi fisik
b. S1 Fisioterapi + Profesi Fisioterapis (jalur akademik + profesi)
Durasi: ±4 tahun (S1) + ±1 tahun (Profesi)
Fokus: Ilmu dasar: anatomi, fisiologi, biomekanika.
Penanganan pasien dari anak-anak hingga lansia dengan gangguan sistem otot, saraf, jantung, dan pernapasan.
Praktik di rumah sakit, klinik, pusat rehabilitasi, dan komunitas.
3. Kurikulum Umum
- Ilmu Dasar: Anatomi, Fisiologi, Biomekanika, Kinesiologi.
- Ilmu Klinis Fisioterapi:
- Fisioterapi Muskuloskeletal (tulang, sendi, otot), Fisioterapi Neurologi (stroke, parkinson, cedera otak/sumsum), Fisioterapi Kardiorespirasi (paru-paru, jantung), Fisioterapi Pediatrik (anak-anak), Fisioterapi Geriatri (lansia), dan Rehabilitasi olahraga
- Metode Terapi: Elektroterapi, hidroterapi, terapi latihan, massage terapi, terapi gerak manual.
4. Gelar Lulusan
- D3: A.Md.Ft (Ahli Madya Fisioterapi)
- S1: S.Ft (Sarjana Fisioterapi)
- Setelah profesi: Ftr. (Fisioterapis) → gelar lengkap: Ftr. Nama, S.Ft
5. Prospek Karier
- Fisioterapis rumah sakit (umum, ortopedi, stroke, jantung)
- Fisioterapis klinik (swasta, olahraga, tumbuh kembang)
- Homecare/kunjungan rumah
- Fisioterapis klub olahraga/profesional atlet
- Wirausaha fisioterapi (praktik mandiri, alat terapi)
- Instruktur rehabilitasi / dosen / peneliti
- Peluang kerja di luar negeri dengan lisensi tambahan
6. Kelebihan & Tantangan
- Kelebihan: Banyak dibutuhkan, pendekatan non-obat, dekat dengan pasien, pengembangan karier luas.
- Tantangan: Kerja fisik cukup berat, butuh ketelitian tinggi dalam menangani pasien, hasil terapi tidak instan.
