Program studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah bidang pendidikan yang mempelajari bagaimana mencegah kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, dan menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat. K3 sangat penting di industri, konstruksi, rumah sakit, laboratorium, hingga perkantoran.
1. Tujuan Program Studi K3
Mendidik tenaga profesional yang mampu menganalisis risiko kerja dan menerapkan sistem perlindungan tenaga kerja.
Menyiapkan lulusan agar mampu mengembangkan program keselamatan kerja di perusahaan dan instansi pemerintahan.
2. Jenjang & Lama Pendidikan
- D3 Kesehatan Kerja: 3 tahun (fokus pada praktik teknis)
- S1 Kesehatan dan Keselamatan Kerja: 4 tahun (lebih analitis dan manajerial)
3. Kurikulum Umum
- Dasar K3: Pengantar K3, hukum dan peraturan K3, manajemen risiko.
- Ilmu Penunjang: Anatomi dan fisiologi kerja, Toksikologi industri, Higiene industri, Psikologi kerja,
- Teknik dan Sistem K3:, Sistem manajemen K3 (SMK3), K3 di industri, konstruksi, tambang, dan rumah sakit, Audit dan inspeksi K3, Pengendalian kebakaran, APAR, dan evakuasi, dan Penggunaan alat pelindung diri (APD)
- Praktikum dan Magang: Di perusahaan industri, rumah sakit, dan instansi pemerintahan (Dinas Ketenagakerjaan, BPJS Ketenagakerjaan, dll)
4. Gelar Lulusan
- D3: A.Md.K3 (Ahli Madya K3)
- S1: S.KKK (Sarjana Kesehatan Kerja dan Keselamatan) atau S.KM (jika bagian dari Kesehatan Masyarakat)
5. Prospek Karier
- Ahli K3 perusahaan (wajib ada di semua industri besar)
- HSE Officer / HSE Engineer (Health Safety Environment)
- Pengawas lingkungan dan keselamatan konstruksi
- Auditor SMK3
- Konsultan atau trainer K3
- Bekerja di instansi pemerintahan (Disnaker, BPJS, Kemenaker)
- Kesempatan kerja internasional (dengan sertifikasi seperti NEBOSH, IOSH)
6. Kelebihan & Tantangan
- Kelebihan: Banyak dibutuhkan di sektor industri, perannya krusial, gaji menarik, punya tanggung jawab besar.
- Tantangan: Harus tegas, teliti, dan siap menghadapi kondisi kerja yang berat (pabrik, tambang, proyek lapangan).
